JALAN BAHAGIA
Kumpulan renungan, refleksi, kisah bermakna dan inspiratif, serta cerita pergulatan hidup sehari-hari

Inilah Yang Membedakan Orang Kaya dan Orang Miskin

Jika ingin menjadi pelukis, belajarlah pada pelukis. Jika ingin menjadi penyanyi professional, tentu saja belajar kepada penyanyi professional. Demikian pula, jika ingin kaya, mari belajar pada orang yang tercatat sebagai orang yang paling kaya sepanjang sejarah yaitu Raja Salomo.

 

Sebuah penelitian tentang orang-orang terkaya menunjukkan bahwa jika jumlah kekayaan 10 orang terkaya di dunia saat ini digabung, masih belum bisa menyamai kekayaan yang dimiliki oleh Raja Salomo pada masa pemerintahannya. Apa yang menjadi rahasianya?

 

Dalam kitab Amsal, ia menulis “Dua hal aku mohon kepada-Mu, jangan itu Kautolak sebelum aku mati, yakni: Jauhkanlah dari padaku kecurangan dan kebohongan. Jangan berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan. Biarkanlah aku menikmati makananyang menjadi bagianku. Supaya, kalau aku kenyang, aku tidak menyangkal-Mudan berkata: Siapa TUHANitu? Atau, kalau aku miskin, aku mencuri, dan mencemarkan nama Allahku.” (Amsal 30:7-9)

Rahasia Pernikahan Bahagia

Pernahkah Anda melihat pasangan suami istri yang sudah lanjut usia dan masih terlihat mesra? Semua orang pasti ingin tahu rahasia pernikahan mereka. Seorang penulis buku dan blogger tentang wanita dan pernikahan, Lisa Jacobson, menuliskan beberapa kebiasaan yang menjadi rahasia pernikahan yang bahagia.

 

1. Mulai pagi hari dengan tersenyum kepada pasangan Anda

Sebelum Anda mencari teh atau kopi Anda, atau mengecek notifikasi di hanphone Anda, berikan salam hangat dan senyum kepada pasangan. Perkatakan kalimat positif untuknya di pagi hari. Katakan Anda mengasihinya.

 

2.  Atur kamar tidur Anda seromantis mungkin

 Ini adalah tempat Anda menghabiskan waktu yang intim dengan pasangan Anda. Jika Anda ingin pasangan terus ingin bersama-sama dengan Anda, buatlah tempat ini menjadi tempat yang paling dinantikannya ketika pulang ke rumah.

SIBUK UNTUK TUHAN

Ada beberapa orang yang memiliki kecenderungan untuk ambisius. Mereka adalah orang-orang yang biasanya bekerja lebih keras dan lebih sibuk dari yang lainnya untuk mencapai suatu prestasi tertentu. Menyibukkan diri dengan berbagai hal positif memang membuat kita menjadi lebih produktif. Tidak ada yang salah dengan ini. Namun segala sesuatu yang berlebihan tidak akan selamanya mendatangkan kebaikan.

Katie McNerney, Marketing Manager eBay.Inc menuliskan kesaksiannya menjadi orang yang ambisius. Bagi dia menjadi orang yang ambisius memiliki banyak keuntungan daripada kerugiannya. Kesenangan yang ia peroleh saat  menerima pujian dari orang tua, penerimaan oleh guru, kemenangan di lapangan olahraga seolah membayar hari-hari yang melelahkan dan malam-malam bergadangnya. 

Suatu pagi di bulan Februari beberapa tahun yang lalu, Katie mencapai puncak dari semua prestasi yang  saya peroleh. Diterima di sebuah sekolah bisnis terkemuka dan seorang pria luar biasa yang akan segera menikahinya. Hidup tampak sangat luar biasa hingga sebulan kemudian. Dunia kecil yang ia bangun dengan sempurna tiba-tiba berantakan. Tunangannya meninggal dunia karena serangan jantung. Keesokan harinya, Katie  terbangun dengan bertanya-tanya bagaimana ia dapat mengalami semua ini sesudah semua yang ia capai?

Sediakan Waktu Untuk berbuat Baik

Firman Tuhan berkata bahwa pada hari-hari terakhir, kasih dari sebagian besar orang akan menjadi dingin ( baca di 2 Timotius 3:1-5). Itu artinya banyak orang akan mejadi begitu sibuk sehingga fokus kepada kebutuhan diri sendiri dan tidak akan menyediakan waktu untuk melakukan sesuatu bagi orang lain.

 

Sahabat, jangan biarkan gambaran itu terjadi dalam kehidupan Anda. Di sekitar Anda banyak orang sedang terluka dan membutuhkan kasih dan dukungan dari Anda. Jangan lewatkan momen saat Tuhan memakai Anda untuk melakukan mujizatNya.

 

Yesus selalu menyediakan waktu untuk orang lain. Dia begitu sibuk, Dia ingin pergi ke tempat-tempat Ia akan mengajar dan melakukan mujizat. Sementara Dia berjalan melewati desa-desa, orang-orang memanggilnya,” Yesus, singgahlah kemari dan berdoalah bagi kami.” Dia akan berhenti dan keluar dari kebiasaanNya untuk membawa kesembuhan bagi orang-orang itu.

Raja Kecil Yang Diurapi

Beberapa ribu tahun lalu, seorang remaja diurapi menjadi raja atas bangsa Israel. Namanya adalah Daud. Sebagai anak yang paling muda dan tidak diperhitungkan, Daud berhasil ‘menyingkirkan’ kandidat-kandidat lainnya dan diurapi oleh Samuel, sang imam besar saat itu. Ada sesuatu dalam diri Daud yang tidak dilihat manusia namun terlihat dengan jelas oleh Tuhan, sehingga ia diurapi dan akhirnya memerintah bangsa Israel dengan luar biasa.

Salah satunya adalah generousity atau kemurahan hati. Daud menunjukkan itu di II Samuel 9. Mefiboset adalah keluarga Saul yang masih hidup dan ia seorang yang cacat kakinya. Sebagai anak laki-laki Yonatan, Mefiboset pastinya mengetahui tentang apa yang terjadi antara Daud dan kakeknya, Saul. Dan kini, ia dipanggil untuk menghadap orang yang paling ingin dibunuh oleh kakeknya itu. Namun, Daud memanggilnya bukan untuk membalas apa yang pernah dilakukan oleh saul.