JALAN BAHAGIA
Kumpulan renungan, refleksi, kisah bermakna dan inspiratif, serta cerita pergulatan hidup sehari-hari

Suka isi web ini? Tulis di Alexa ya...

Review http://www.jalanbahagia.com/ on alexa.com
<div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div>

Tips Hidup Bahagia

Waktu Untuk Membahagiakan Pasangan

Sabtu sore itu saya mendengarkan lagi keluh-kesah seorang rekan wanita saya. Saya mencoba sabar mendengarkan, biarpun sebenarnya minggu kemarin hal yang senada juga sudah ia lontarkan.

“Ihh... Saya jengkel hari ini. Masak sudah 3 minggu ini suami saya pergi memancing bersama temannya. Saya jadi tidak respek juga ke temannya itu!”

“Memang berapa lama Bu mancingnya?”

“Ya gitu, biasanya dari pukul 14.00 sampai 17.00 WIB....”

“Sudah pernah ikut mancing bersamanya?”

Rekan saya pun menggelengkan kepalanya, sambil menegaskan bahwa ia tidak suka memancing. Masih belum cukup, menurutnya memancing itu hanya membuang-buang waktu dan tidak ada manfaatnya. Hanya bermalas-malasan. Daripada menghabiskan waktu untuk memancing, bukankah lebih baik membeli ikannya saja di mall, sekalian menemaninya jalan-jalan sore kan?

Cara Meredakan Amarah

Ketika emosi dan amarah memuncak maka segala sifat buruk yang ada dalam diri kita akan sulit dikendalikan dan rasa malu pun kadang akan hilang berganti dengan segala sifat buruk demi melampiaskan kemarahannya pada benda, binatang, orang lain, dll di sekitarnya.

Banyak orang bilang kalau menyimpan emosi secara terus-menerus dalam jangka waktu yang lama dapat pecah sewaktu-waktu dan bisa melakukan hal-hal yang lebih parah dari orang yang rutin emosian. Oleh sebab itu sebaiknya bila ada rasa marah atau emosi sebaiknya segera dihilangkan atau disalurkan pada hal-hal yang tidak melanggar hukum dan tidak merugikan manusia lain.

Beberapa ciri-ciri orang yang tidak mampu mengandalikan emosinya :
1. Berkata keras dan kasar pada orang lain.
2. Marah dengan merusak atau melempar barang-barang di sekitarnya.
3. Ringan tangan pada orang lain di sekitarnya.

Manfaat Memaafkan

“Lihat saja...! Sampai mati pun saya tidak akan memaafkan dia...!”

Hmmm..... Kata-kata senada di atas sering kali kita dengar dalam kehidupan sehari-hari. Herannya lagi, terkadang sikap tidak mau memaafkan itu justru ditujukan kepada orang yang dekat atau pernah dekat dengan pribadi kita. Tetapi sebetulnya sikap seperti itu hendaknya tidak kita ikuti, karena tidak ada yang untung (terlebih bagi diri kita sendiri). Yang ada justru sebaliknya.

Banyak alasan mengapa sebaiknya kita harus memaafkan orang lain, di antaranya:

  1. Dengan memaafkan sebetulnya kita melepaskan beban yang menghimpit batin kita. Banyak yang salah kaprah, mengira bahwa memaafkan adalah memberi sehingga merasa sulit melakukannya. Untuk itu, ubahlah pengertiannya: Memaafkan berarti ‘melepaskan’  beban di hati.
  2. Dengan memaafkan, berarti kita meringankan jalan hidup kita. Tidak ada untungnya menyimpan dendam di hati, karena hanya akan menggerogoti kita dari dalam.